Indahnya Cinta Karena Allah

Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa “aku mencintainya” setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.

Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah Subhanallau Wa Ta’ala.

Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah

Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

Cinta akan menumbuhkan sikap adil dalam cinta yang membawa hidup sehat dan seimbang (tawazun) dan bukan menjadi sumber penyakit sebagaimana Ibnul Qayyim sampaikan bahwa cinta bagi ruh sama dengan fungsi makanan bagi tubuh. Jika engkau meninggalkannya tentu akan membahayakan dirimu dan jika engkau terlalu banyak menyantapnya serta tidak seimbang tentu akan membinasakanmu. Kelezatan hidup inilah yang dilukiskan dalam hadits tentang kelezatan iman:“Ada tiga perkara yang siapa pun memilikinya niscaya akan merasakan kelezatan iman; barang siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari lainnya, barang siapa yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan siapa yang benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam

by: Moel Andre

Salam ukhuwah fillah
(Muslimah solehah)

 

This entry was posted on Mei 26, 2012. 1 Komentar

SULAP SCIENCE

SULAP SCIENCE

BUNGA BERWARNA DUA

Larutkanlah tinta berwarna merah dan biru dengan air, kemudian masukkan larutan tinta tersebut masing-masing ke dalam tabung. Belahlah tangkai sebuah bunga berwarna putih, misalnya dahlia atau mawar, dan letakkanlah masing ujung tangkai yang telah dibelah menjadi dua ke dalam setiap tabung. Maka urat tanaman tersebut akan segera berwarna, dan setelah beberapa jam kemudian, bunga itu yang sebagian akan berwarna merah dan sebagian akan berwarna biru.

Cairan berwarna masuk melalui saluran yang sangat kecil yang melalui saluran itu, air dan makanan diangkut. Zat warna dalam eksperimen ini disimpan dalam kelopak bunga, sedangkan sebagian besar air keluar dari kelopak bunga.

TINTA YANG TIDAK TAMPAK

Jika kamu ingin menulis sebuah pesan rahasia dengan kertas, maka gunakan saja cuka, jus jeruk, atau jus bawang, untuk digunakan sebagai tinta yang tidak terlihat. Tulislah dengan bahan-bahan tersebut seperti biasanya untuk digunakan menulis di kertas. Setelah kering, tulisan tersebut menjadi tidak tampak. Orang yang menerima surat itu harus mengetahui bahwa surat tersebut harus dipegang di atas nyala lilin; maka tulisan itu akan berubah menjadi coklat sehingga dapat dibaca dengan jelas.

Cuka, jus jeruk, dan jus bawang, menyebabkan terjadinya perubahan kimia di kertas menjadi zat yang serupa dengan cellophane (kertas kaca). Karena perbedaan temperature antara tulisan dengan kertas, maka bagian yang tertulis menjadi terbakar sehingga menimbulkan warna coklat.

MAWAR PUTIH

Sepotong belerang dinyalakan di sebuah wadah selai. Karena uap belerang itu sangat kuat, kamu harus melakukan eksperimen ini di luar rumah. Peganglah sebuah mawar merah di wadah tersebut. Warna bunga itu terlihat lebih pucat hingga menjadi putih.

Jika belerang dibakar, maka terbentuklah sulphur dioksida. Di samping dapat menyebabkan terjadinya sterilisasi hama, gas tersebut juga dapat menimbulkan efek memutihkan, dan warna yang terdapat pada bunga menjadi rusak karenanya. Sulphur dioksida juga merusak klorofil pada tanaman. Itulah sebabnya di daerah industry tanaman menjadi tidak subur karena gas tersebut menyebabkan terjadinya polusi di udara.

MEMINDAHKAN GAMBAR

Foto atau gambar dari surat kabar dapat disalin dengan mudah. Campurlah dua sendok air, satu sendok berisi terpentin, dan satu sendok cairan detergen. Setelah dicampurkan, gosokkan cairan ini dengan spon di gambar di surat kabar. Kemudian letakkan selembar kertas di atasnya, dan setelah di gosok dengan kuat dengan sebuah sendok, maka akan muncul gambar yang jelas di kertas tersebut, yang dipindahkan dari gambar di surat kabar tersebut.

Terpentin dan cairan deterjen jika dicampur dapat membentuk emulsi, yang menembus antara dua pewarna dan partikel minyak dari tinta cetak yang telah mongering sehingga membentuk cairan lagi. Namun yang dapat dipindah gambarnya hanya tinta cetak surat kabar. Gambar mengkilap pada majalah juga dapat dipindahkan.

ASAP LILIN YANG MENYALA LAGI

Nyalakan sebuah lilin, biarkan lilin itu menyala sebentar, kemudian matikan nyala lilin itu dengan meniupnya. Asap putih akan keluar sumbu lilin. Jika kamu memegang korek yang menyala di asap tersebut, maka nyala api akan keluar dari sumbu itu, dan lilin itu akan menyala lagi.

Setelah nyala api itu ditiup, maka stearin masih sangat panas sehingga masih terus menguap sehingga masih menghasilkan asap. Karena mudah terbakar, maka iasegera dapat dinyalakan lagi dengan nyala api. Eksperimen ini menunjukkan bahwa benda padat mula-mula menjadi benda gas di permukaannya sebelum terbakar dan mensuplai oksigen.

BALON YANG MELEKAT

Tiup bebeerapa balon, ikatlah balon tersebut dan gosoklah balon tersebut sebentar saja pada kain wol. Jika kamu meletakkanyya di langi-langit, balon itu akan tetap di sana selama berjam-jam.

Balon-balon memiliki muatan listrik jika digosok, yaitu balon tersebut mengandung muatan partikel negative yang disebut electron dari kain wol tersebut. Karena benda bermuatan listrik, maka balonmenempel pada langitt-langit hingga muatan listrik itu secara bertahap menjadi sama. Hal ini biasanya memerlukan waktu berjam-jam dalam keadaan yang kering karena electron hanya mengalir dengan pelan ke langit-langit, yang merupakan konduktor yang buruk.

LADA DAN GARAM

Taburkan garam-garam kasar ke atas meja, dan campuran dengan beberapa lada. Bagaimana caranya jika kamu akan memisahkan dan lada itu? Gosokkan sendok plastic pada kain wol, dan peganglah sendok plastiknitu di atas garam dan lada yang telah dicampur tersebut. Lada akan menuju k eke sendok dan tetap akan melekat di sendok.

Sendok plastic bermuatan listrik jika digosok, sehingga mampu menarik campuran tersebut. Jika kamu tidak memegang sendok terlalu rendah, lada akan naik terlebih dahulu karena lebih ringan dari pada garam. Untuk mengumpulkan butir garam, kamu harus memegang sendok lebih rendah.

LILITAN KERTAS YANG TERANGKAT

Buatlah lilitan dari selembar kertas tisu sekitar 4 inci persegi, latakkan di tutup kaleng, dan hadapkan ujungnya ke atas. Gosokkan pulpen dengan keras pada kain wol, dan peganglah pulpen yang telah digosokkan tersebut di atas lilitan kertas tersebut. Maka lilitan kertas itu sepertti ular hidup yang menjulur ke atas.

Dalam hal ini, pulpen memiliki muatan electron dari kain wol sehingga mampu menarik kertas yang tidak bermuatan listrik. Jika bersentuhan, kertas memiliki muatan listrik, tetapi muatan itu segera beralih ke tutup kaleng, karena tutup kaleng merupakan konduktor yang baik. Karena sekarang kertas tidak bermuatan listrk lagi, maka keertas itu akan terangkat lagi hingga pulpen kehilangan muatan listriknya.

BATERAI LISTRIK DARI KENTANG

Tempelkan selembar kawat tembaga dan seng yang panjangnya kurang lebih sepanjang jari di kentang mentah. Jika kamu meletakkan sebuah earphone di kawat tersebut, kamu akan mendengar suara gemeretak yang jelas.

Arus listrik dapat menyebabkan terjadinya suara. Kentang dan kawat dapat menghasilkan arus listrik sebagaimana baterai, tetapi lebih lemah. Getah tomat bereaksi dengan logam dalam proses kimia, juga menghasilkan energy listrik. Kita menyebutnya sebagai sel galvanic karena dokter Galvani adalah penemu pertama proses ini, dengan cara melakukan eksperimen seperti ini pada tahun 1789.

LOGAM YANG HANCUR

Letakkan selembar aluminium foil bersama sebuah koin tembaga ke dalam segelas air, dan biarkan selama sehari. Setelah itu, maka air akan kelihatan keruh dan di tempat di mana koin itu diletakkan dapat menyebabkan aluminium foil itu berlubang.

Proses perusakan ini disebut korosi/pengaratan. Korosi sering terjadi ketika logam yang berbeda digabungkan bersama-sama. Pada campuran logam sering terjadi korosi jika campurannya tidak merata. Dalam eksperimen kita ini, air menjadi keruh karena aluminium yang larut . arus listrik yang kecil juga dihasilkan dalam proses ini.

This entry was posted on Mei 21, 2012. 1 Komentar

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG HIJAU

TUJUAN

  1. Untuk mengetahui pengeruh intensitas cahaya terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman
  2. Untuk dapat mengukur dan mengetahui perubahan yang terjadi pada kacang hijau setelah diberi perlakuan intensitas cahaya yang tidak sama.

LATAR BELAKANG

Kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwrna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.

Dalam pertumbuhan tanaman kacang hijau, memerlukan media dan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah cahaya. Sehubungan dengan adanya kacang hijau yang dalam pertumbuhan dan perkembangannya  dipengaruhi oleh cahaya, pada penelitian ini akan membahas mengenai perlakuan yang akan ditimbulkan dari pemberian intensitas cahya yang berbeda. Untuk mengetahui secara detail, maka perluya diketahui bahwa cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang dan membantu kita untuk melihat. Tumbuhan hijau termasuk kacang hijau, memerlukan cahaya tidak hanya untuk membuat makanan, tetapi juga untuk pertumbuhan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai salah satu sumber cahaya di bumi ini adalah matahari. Oleh karena itu praktikan ingin mengetahui bagaimanan pengaruh intensitas cahaya pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau.

VARIABEL

Independent variables :

The light intensity:

ü  In sunlight/ outside place

ü  In dark place

ü  In usual place

ü  In lamp place

Dependent variables:

  • Length of plant
  • Length of leaf
  • Color of leaf

Control variables:

  • Time of watering
  • Deep of hole
  • Volume of watering
  • Total of soil

DASAR TEORI

Kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwrna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.

Berdasarkan pada berbagai permasalahan, para ahli biologi mendefinisikan bahwa pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organisme, yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta jumlah sel yang bersifat tidak kembali pada keadaan semula. (Moore, et al, dalam karmana, oman, 2007 :11).

Adapun perkembangan merupakan suatu proses pertumbuhan yang disertai dengan diferensiasi, organogenesis, dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lengkap baik secara morfologis, anatomis, maupun sosiologis. Perkembangan mencangkup perubahan zigot menjadi bayi, kemudian menjadi dewasa. (Moore, et al, dalam Karmana, Oman.,2007 : 12).

Pertumbuhan dimulai dengan serangkaian pembelahan sel telur yang telah dibuahi sehingga menghasilkan sel yang belum berdiferensiasi. Dari jenis sel yang sama sel akan berubah menjadi berbagai jenis sel yang berbeda-beda, begitu pula fungsinya. Pertumbuhan yang disertai dengan perubahan jenis dan fungsi sel dinamakan diferensiasi. Proses diferensiasi yang akhirnya dengan pembentukan organ dinamakan organogenesis. Proses pembentukan organ yang berbeda bentuk dan fungsinya dalam melengkapi suatu individu makhluk hidup dinamakan morfogenesis.

Sebagai contoh, zigot suatu tumbuhan akan tumbuh menjadi sel penyusun akar, batang, dan daun yang berbeda bentuk dan fungsinya (diferensiasi). Setelah proses diferensiasi proses selanjutnya adalah pembentukan organ akar, batang, dan daun (organogenesis) sampai terbentuk individu tumbuhan yang lengkap (morfogenesis).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor keturunan (hereditas), enzim, dan hormon. Sementara itu, faktor eksternal meliputi intensitas cahaya, kecukupan air, suhu, dan mineral.

Faktor internal dan eksternal mengontrol pola pertumbuhan dan perkembangan antara lain melalui pengendalian aktivitas internal. Aktivitas internal tersebut berupa proses fotosintesis, respirasi, sintesis protein, sintesis klorofil, tekanan osmosis, dan mitosis.

FAKTOR INTERNAL

1. Enzim

Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup. Enzim tidak ikut bereaksi, tetapi berfungsi menurunkan energi aktivasi dalam setiap reaksi yang terjadi. Dengan adanya enzim, energi yang diperlukan dalam setiap reaksi menjadi lebih rendah. Enzim bekerja pada substrat, suhu, dan pH tertentu. Suatu rangkaian reaksi tidak dapat berlangsung hanya dengan melibatkan satu jenis enzim, tetapi perlu melibatkan berbagai jenis enzim yang telah terpola secara teratur dalam suatu sistem.

2. Hormon

1. Auksin

Bagian tumbuhan yang dapat membentuk auksin merupakan jaringan meristematik, seperti pada ujung koleoptil, daun muda atau kuncup, dan daun lembaga. Peran auksin pada tumbuhan adalah sebagai berikut.

  • Berpengaruh terhadap pemanjangan sel, pembelahan sel, dan diferensiasi sel.
  • Merangsang aktifitas kambium dan pembentukan pembuluh floem dan xilem.
  • Memelihara dinding sel agar bersifat elastic dan merangsang pembentukan dinding sel.
  • Menghambat rontoknya buah yang masih muda dan juga menghambat gugurnya daun.
  • Merangsang pembentukan akar dan mempertahankan sifat geotropism batang.
  • Merangsang pembentukan bunga.
  • Merangsang pembuahan tanpa biji.

2. Etilen (H2C=CH2)

Etilen merupakan hormon yang berupa gas. Meningkatnya kandungan auksin dalam tubuh tumbuhan akan menghambat pembentukan etilen. Etilen berfungsi:

  • Menghambat perkembangan akar.
  • Menghambat pembentukan bunga.
  • Meningkatkan proses pematangan buah.
  • Merangsang terjadinya epinasti (daun tumbuh menggulung atau menekuk).

3.  Giberelin

  • Fungsi giberelin adalah sebagai berikut.
  • Merangsang pertumbuhan batang dan daun sehingga dapat tumbuh sampai tiga kali lipat ukuran normal.
  • Tidak merangsang pembentukan akar pada konsentrasi rendah, tetapi pada konsentrasi tinggi merangsang pembentukan akar.
  • Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan.
  • Merangsang pertumbuhan bunga pada tumbuhan yang berbunga jika lama pencahayaan lebih dari 12 jam.

4. Sitokinin

  • Beberapa fungsi sitokinin adalah sebagai berikut.
  • Merangsang pembelahan sel dan merangsang pemanjangan titik tumbuh.
  • Merangsang pembesaran batang dan akar serta merangsang pembentukan akar cabang.
  • Merangsang pembentukan pucuk dan mampu merangsang berakhirnya dormansi biji.
  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan embrio.
  • Menghambat penuaan daun melalui peningkatan pengiriman garam mineral ke daun.
  • Merangsang sintesis protein dan RNA untuk menyintesis substansi lain.

5. Asam Absisat

Asam absisat dapat mempercepat proses penuaan daun dan merangsang terjadinya gugur daun.

  1. Vernalin
    Vernalin dapat merangsang pembungaan pada temperature rendah dan merangsang perkembangan anteridium pada gametofit (tumbuhan penghasil gamet.
  2. Rhizokalin.
    Rhizokalin dapat merangsang pembentukan akar.
  3. Traumalin
    Traumalin dapat merangsang pembentukan kalus pada bagian tubuh yang luka.
  4. Florigen.
    Florigen berfungsi untuk merangsang pembentukan bunga.

2. FAKTOR EKSTERNAL

1. Makanan (Nutrisi)

Nutrien yang dibutuhkan terdiri atas elemen makro dan elemen mikro. Makronutrien merupakan elemen yang dibutuhkan dalam jumlah besar yang terdiri atas karbon, oksigen, hydrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, dan magnesium. Elemen yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikronutrien, seperti besi, klor, tembaga, magnesium, seng, molibdonum, boron, dan nikel.

Pemupukan merupakan salah satu cara penambahan nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan agar tumbuhan tidak mengalami defisiensi, yaitu keadan tumbuhan yang kekurangan makronutrien ataupun mikronutrien.

2. Cahaya

Cahaya tampak, seperti merah, biru, nila, dan violet berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Sementara itu, cahaya infra merah berperan dalam menentukan suhu lingkungan. Hasil fotosintesis akan digunakan untuk pertumbuhan dan aktivitas hidup yang lain. Pertumbuhan kecambah yang ditempatkan di tempat yang teduh akan berlangsung cepat, tetapi abnormal (tubuh lemah). Keadaan ini dinamakan etiolasi. Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning.

Cahaya dapat mengubah leukoplas menjadi kloroplas. Tersedianya cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun yang berwarna hijau. Tumbuhan yang sejenis dapat memiliki ukuran daun yang berbeda jika tumbuh di tempat yang tingkat pencahayaannya berbeda.
Daun yang mendapat cukup cahaya (botol 1), ukurannya akan lebih kecil, tetapi jaringan mesofilnya lebih tebal daripada daun yang kekurangan cahaya. Tinggi batangnya pun berbeda. Tumbuhan yang kurang mendapatkan cahaya (botol 2 dan botol 3) lebih tinggi daripada tumbuhan yang mendapatkan tumbuhan yang mendapatkan cukup pencahayaannya (botol 1). Stomata pada tumbuhan yang hidup di tempat kurang cahaya berjumlah sedikit, tetapi ukurannya besar. Adapun tumbuhan yang hidup di tempat yang mendapatkan cukup cahaya, memiliki jumlah stomata lebih banyak dan berukuran kecil. Selain itu, sistem perakarannya lebih lebat dibandingkan dengan sistem perakaran tumbuhan yang kurang mendapatkan cahaya.

4. Suhu

Suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan karna berkaitan dengan aktifitas enzim dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju transpirasi dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan sehingga proses tumbuhan semakin lambat. Suhu yang rendah dapat merangsang berahirnya masa istirahat (dormansi) pada pucuk atau biji. Perlakuan suhu yang rendah akan memacu pembentukan ruas yang lebih panjang daripada perlakuan suhu yang tinggi. Suhu yang yang berubah-ubah dapat merangsang perkecambahan biji. Peristiwa ini dinamakan vernalisasi. Termoperiodisme adalah kondisi pertumbuhan suatu jenis tumbuhan yang dipengaruhi oleh perbedaan suhu siang dan malam.

5. Air

Air berfungsi sebagai media reaksi kimia dalam sel. Selain itu, air menunjang proses fotosintesis dan menjaga kelembapan. Kandungan air yang terdapat dalam tanah berfungsi sebagai pelarut unsur hara sehingga unsure hara mudah diserap oleh tumbuhan. Selain itu, air memelihara suhu tanah yang berperan dalam proses pertimbuhan. Pertumbuhan akan berlangsung lebih aktif pada malam hari dari pada siang hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari kandungan air pada tumbuhan lebih tinggi daripada siang hari.

6. pH

Derajat keasaman tanah (pH tanah) sangat berpangaruh terhadap kesediaan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral, unsure-unsur yang diperlukan, seperti Ca, Mg, P, dan K tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika pH tanahnya asam, unsure yang tersedia adalah Al, Mo, dan Zn. Mineral ini dapat meracuni tumbuhan.

7. Oksigen

Kadar oksigen dalam tanah selalu berlawana dengan kadar air dalam tanah. Jika kadar air tinggi, kadar O2 akan rendah. Keberadaan O2 dalam tanah sangat penting untuk respirasi sel-sel akar yang akan berkaitan dengan penyerapan unsure hara (transportasi aktif).

Fototropisme adalah pergerakan pertumbuhan tanaman yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Contoh dari fototropisme adalah pertumbuhan koleoptil rumput menuju arah datangnya cahaya. Koleoptil merupakan daun pertama yang tumbuh dari tanaman monokotil yang berfungsi sebagai pelindung lembaga yang baru tumbuh. Beberapa hipotesismenyebutkan bahwa hal ini dapat disebabkan kecepatan pemanjangan sel-sel pada sisi batang yang lebih gelap lebih cepat dibandingkan dengan sel-sel pada sisi lebih terang karena adanya penyebaran auksin yang tidak merata dari ujung tunas. Hipotesis lainnya menyatakan bahwa ujung tunas merupakan fotoreseptor yang memicu respons pertumbuhan. Fotoreseptor adalah molekul pigmen yang disebut kriptokrom dan sangat sensitif terhadap cahaya biru. Namun, para ahli menyakini bahwa fototropisme tidak hanya dipengaruhi olehfotoreseptor, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai macam hormon dan jalur signaling.

Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.

Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen. Hasil penelitian F.W. Went, ahli fisiologi tumbuhan, pada tahun 1928 menunjukkan produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.

Selain itu, enzim riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membantu pembentukkan asam indo asetat (salah satu jenis auksin). Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air.

Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan. (www.trubus-online.co.id)

TOOLS AND MATERIAL

Tools:

  1. Lamp
  2. Aqua glass
  3. Spoon
  4. Written equipment
  5. Analytic  scales

Materials:

  1. Green soya seeds
  2. Water
  3. Soil

PROCEDURE

  1. Choose the best and same green soya seeds
  2. Put it in the water until one day
  3. Prepare 8 of the aqua glass
  4. Give name 1 until 4 to the aqua:
  • 1 is sun light place
  • 2  is dark place
  • 3  is usual place
  • 4  is the lamp place
  1. Scale the each soil with 150 gram
  2. Enter the each soil into aqua glass with have namely
  3. Watering of each soil in aqua glass with 2 cover  aqua glass
  4. Make deep of hole in that soil, the deep is 1 cm
  5. Enter the green soya seeds into the hole
  6. Watering of green soya seeds twice a day with 2 cover aqua glass
  7. Observe  and measure the change about green soya seeds
  1. TABLE OF OBSERVATION RESULT

Parameter

Day

The light intensity of green soya seeds

1

2

3

4

Length of stem (cm)

1

0,2

0,6

0,45

0,3

2

0,5

2,25

1,75

1,5

3

0,75

5,25

5

8

4

1,5

14,5

12

13

5

3

23,5

20,5

15

Length of leaf (cm)

1

-

-

-

-

2

-

-

-

0,5

3

1,25

1,25

1,25

1,75

4

2,25

1,6

1,75

2,1

5

3

2

2,25

2,5

Color of leaf (+)

1

-

-

-

++

2

-

-

-

++

3

+++

+

++

+++

4

+++

+

++

+++

5

+++

+

++

+++

Keterangan:

1 : di sinar matahari langsung

2:  di ruang gelap

3 : di ruang biasa

4 : di bola lampu

  • kuning (+)
  • hijau kekuningan (++)
  • hijau (+++)

DISCUSSION

Kacang hijau adalah tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tanaman ini memiliki kulit yang hijau, berbiji putih, dan sering dibuat kecambah atau toge. Selain itu, kacang hijau juga memiliki bunga kacang hijau yang berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunga tersebut akan membentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.

Berdasarkan percobaan yang praktikan lakukan pada hari kamis, 15 september 2011 yang berjudul pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau. Seperti yang kita ketahui cahaya adalah sebuah energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380-750 nm. Cahaya tampak, seperti merah, biru, nila, dan violet berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Sementara itu, cahaya infra merah berperan dalam menentukan suhu lingkungan. Hasil fotosintesis akan digunakan untuk pertumbuhan dan aktivitas hidup yang lain. Cahaya dapat mengubah leukoplas menjadi kloroplas. Tersedianya cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun yang berwarna hijau. Tumbuhan yang sejenis dapat memiliki ukuran daun yang berbeda jika tumbuh di tempat yang tingkat pencahayaannya berbeda.

Percobaan ini menghubungkan antara kacang hijau dengan intensitas cahaya. Percobaan yang menghubungkan antara intensitas cahaya dengan pertumbuhan dan perkembangan ini kami menggunakan beberapa perlakuan yang tidak sama yang antara lain adalah dengan menggunakan cahaya matahari langsung yaitu tanaman diletakan ditempat terbuka dengan tanpa ada pengahalang yang menutupi cahaya terhadap tanaman. Perlakuan yang kedua yaituu ditempat yang gelap, yaitu praktikan menggunakan kardus sebagai tempat untuk menghalangi cahaya masuk menyinari tanaman. Yang ketiga, tanaman diletakan diruang biasa, yaitu tanaman kami letakan pada tempat terbuka tetapi tidak terkena oleh cahaya matahari secara langsung. Perlakuan terakhir yaitu dengan menggunakan cahaya dari bola lampu pijar. Perlakuan ini kami tempatkan tanaman pada kardus yang tersinari oleh cahaya lampu.

Sebelum kami melakukan penanaman kacang hijau kedalam media, langkah pertama yang kami lakukan yaitu merendam biji kecambah selama satu malam. Hal ini bertujuan untuk mengetahui antara biji yang baik dengan biji yang buruk. Pada biji yang baik biasanya akan tenggelam dan apabila biji tersebut tidak baik maka akan mengapung. Selain itu, proses perendaman ini juga memiliki maksud agar biji kecambah akan lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan biji kecambah yang tidak direndam terlebih dahulu sebelum di tanam.

Selagi kami melakukan perendaman, kami melakukan kegiatan yang lain yang berhubungan dengan langkah kerja, yaitu member label pada setiap gelas mineral yang digunakan sebagai tempat media tanam. Pada gelas nomor 1 yaitu tanaman yang berada langsung tepat di tempat cahaya langsung. Pada gelas nomor 2 yaitu berada pada tempat yang gelap (tanpa ada cahaya sedikitpun). Pada gelas 3, yaitu berada pada ruang biasa atau tanaman terkena matahari tidak langsung. pada gelas yang ke-4 yaitu berada ditempat yang tidak mendapat cahaya matahari langsung tetapi terkena cahaya dari bola lampu.

Setelah kami melakukan pemberian label, langkah selanjutnya yaitu kami memasukkan tanah pada tiap-tiap gelas aqua. Tanah yang telah kami ambil sudah kami timbang volumenya yaitu sebesar 150gr. Tanah tersebut  berasal dari tanah pada kebun laboratorium biologi FMIPA UNY. Berdasarkan hasil wawancara kami kepada petugas laboratorium tersebut, kami mendapatkan info bahwa pada tanah tersebut terdapat kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sebagai nutrisi penunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut makronutrien, yang meliputi unsur C,H,O,N,S,P,K,Ca dan Mg . Sedangkan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikronutrien, yang meliputi unsur Fe, B, Mn, Mo, Zn, Cu dan Cl. Jika kebutuhan salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi, proses metabolisme tumbuhan akan terhambat sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Pengambilan nutrisi biasanya bersamaan dengan pengambilan air dari tanah. Pada hal ini, kami mengetahui bahwa pengamatan dan percobaan yang kami lakukan tidak hanya berhubungan dengan aspek biologi saja, melainkan berhubungan dengan aspek yang lain seperti pada aspek kimia yang dalam hal ini yaitu tentang unsur-unsur hara dalam tanah.

Langkah selanjutnya adalah pemberian air pada setiap media dengan volume yang sama, yaitu sebanyak 2 tutp botol air mineral. Penambahan air ini bertujuan sebagai media reaksi kimia dalam sel. Selain itu, air menunjang proses fotosintesis dan menjaga kelembapan. Kandungan air yang terdapat dalam tanah berfungsi sebagai pelarut unsur hara sehingga unsure hara mudah diserap oleh tumbuhan. Selain itu, air memelihara suhu tanah yang berperan dalam proses pertimbuhan. Setelah penyiraman, langkah selanjutnya adalah melubangi tanah sebagai tempat dimana biji kecambah akan diletakkan dengan jarak yang tidak terlalu dekat sehingga diharapkan tanaman tidak saling menempel.

Pengamatan ini, kami menggunakan parameter yang pertama yaitu panjang batang. Kami melakukan percobaan selama 5 hari. Berdasarkan 5 hari percobaan yang kami lakukan panjang batang yang tertnggi berada pada tempat gelap ( tidak terkna cahaya matahari sedikitpun) yaitu sepanjang 22,5 cm , tanaman tertinggi yang  kedua adalah pada ruang biasa yaitu setinggi 20,5 cm , tertinggi yang ketiga yaitu tanaman yang berada pada bola lampu, yaitu setinggi 16 cm, dan yang paling pendek berada pada tanaman yang terdapat pada sinar matahari langsung, yaitu didapati panjang batang sepanjang 3 cm. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa tanaman yang berada di tempat gelap memiliki pertumbuhan batang yang paling cepat hal ini dikarenakan pengaruh
fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari.Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil. Peristiwa ini disebut ”etiolasi” Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi  karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, daun terlihat segar serta memiliki cukup klorofil. Hal diatas pula yang menyebabkan tanaman pada tempat terang memiliki batang yang paling pendek . selain itu pertumbuhan tanaman yang terletak di ruang biasa menempati posisi kedua dikarenakan tanaman tersebut tidak menerima cahaya matahari secara langsung( di letakkan di dalam kamar). Pada bola lampu menempati urutan ketiga karena tanaman tersebut berada dalam ruang lingkup yang terbatas yang tentunya persediaan akan C02 Juga terbatas, namun persediaan O2 akan terus bertambah karena tumbuhan yang berada di dalam kardus tersebut mendapat cahaya dari lampu yang memunginkannya untuk melakukan fotosintesis yang akhirnya akan menghasilkan O2 yang sangat dibutuhkannya. Sehingga cahaya dari bola lampu tersebut menghambat pertumbuhan panjang batang tanaman.

Untuk parameter yang kedua yaitu tentang panjang daun tanaman kacang hijau, panjang daun yang terpanjang yaitu terdapat pada tanaman yang berada pada sinar matahari langsung dengan panjang daun 3 cm, selanjutnya panjang daun yang kedua yaitu terdapat pada tanaman yang diletakkan di kardus yang disinari cahaya bola lampu pijar sebesar 5 watt dengan panjang daun 2,5 cm, setelah itu panjang daun yang ketiga yaitu pada tanaman yang diletakkan di ruang biasa dengan panjang daun sebesar 2,25 cm, selanjutnya untuk daun yang terpendek berada pada tanaman yang ditempatkan di ruang gelap. Pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung memiliki panjang daun yang paling panjang, hal ini dikarenakan tanaman ini mendapatkan sinar matahari yang begitu banyak. Dengan demikian, maka produksi jumlah klorofil akan bertambah semakin banyak. Seperti yang kita ketahui bahwa klorofil adalah zat hijau daun yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Sehingga pertumbuhan daun akan lebih panjang.

Selanjutnya daun yang terpendek berada pada tempat gelaap hal ini dikarenakan tidak terdapatnya cahaya yang terserap oleh daun, sehingga proses fotosintesis tidak berkembang secara optimal dan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan daunnya menjadi terhambat.

Untuk parameter yang ketiga yaitu tentang warna daun, untuk indikasi warna daun kami menggunakan “+” hal ini menunjukkan seberapa hijau daun tersebut. Untuk (+) warna daun yang dihasilkan yaitu daun tersebut berwarna kuning, untuk (++) warna daun yang dihasilkan  yaitu daun tersebut berwarna hijau kekuningan, untuk (+++) indikasi warna daun yaitu berwarna hijau. Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan ternyata daun yang berwarna kuning (pucat) berada pada tanaman yang ditanam di tempat gelap. Hal ini dikarenakan di tempat gelap tanaman tidak mendapatkan cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis sehingga tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis tersebut. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat. Untuk tanaman yang berada di tempat ruang biasa berwarna hijau kekuningan, hal ini dikarenakan pada tempat tersebut terdapat sedikit cahaya meskipun tidak berupa cayaha yang secara langsung sehingga daun tersebut dapat menggalami proses fotosintesis dan dapat menghasilkan klorofil walaupun dalam jumlah yang sedikit. pada tanaman yang berada pada sinar matahari langsung dan pada bola lampu warna daun yang dihasilkan adalah hijau,  hal ini dikarenakan  Tersedianya cahaya yang memadai pada tanaman tersebut, cahaya yang memadai itu akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Sehingga tanaman yang mendapatkan cukup cahaya memiliki daun yang berwarna hijau.

CONCLUTION

  1. Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau adalah semakin tinggi intensitas cahaya adalah, pada parameter panjang semakin tinggi intensitas cahaya yang didapat oleh tanaman kacang hijau maka menyebabkan lambatnya pertumbuhan batang yang menyebabkan batang tumbuh pendek dan sebaliknya semakin rendah intensitas cahaya yang didapat tananaman kacang hijau, maka semakin panjang batang yang tumbuh. Pada parameter panjang daun,semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin panjang panjang daun yang tumbuh, semakin rendah intensitas cahaya yang didapat tumhuhan kacan hijau maka semakin pendek pula panjang daun tersebut.

Pada parameter hijau daun, semakin tinggi intensitras cahaya yang didapat oleh tanaman kacang hijau ,maka semakin gelap warna daun yang tumbuh, semakin rendah intensitas cahaya yang didapat oleh tanaman kacanghijau, maka semakin pucat daun yang tumbuh.

REFERENCE

Panji. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. http://www.wordpress.co.id [30 April 2009]

Karmana, Oman.2007.Cerdas Belajar Biologi.Jakarta:Grafindo
Qlikers.Perlakuan Air pada Benih.http://qlikers.wordpress.com/makalahq/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang hijau

Anonim. 2010. Etiolasi (http:// id.wikipedia.org/etiolasi akses pada tanggal 15 Mei 2011)

Anonim. 2011. Tropisme (http:// id.wikipedia.org/tropisme akses pada tanggal 15 Mei 2011)

Anonim.2011.Faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan(http:// kecambah/faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-dan-pertumbuhan-tumbuhan-tanaman-teori-biologi.htm akses tanggal 15 Mei 2011)

untuk lebih jelasnya dapat dilihat pptnya di pertumbuhan & perkembangan

 

This entry was posted on Mei 21, 2012. 6 Komentar

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU

A. SEJARAH PERKEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

Menurut Dr. Purwanto dalam makalahnya yang berjudul ‘Profesionalisme Guru’ beliau menjelaskan secara sekilas tentang sejarah perkembangan profesi guru. Perkmbangan profesi guru di bedakan menjadi beberapa periode yakni :

1. Zaman prasejarah

Pada zaman ini pekerjaan mengajar kepada anak-anaknya telah dilakukan oleh orang tua dan keluarganya, dan ini menjadi kewajibanmereka terkait dengan kewajiban memberikan bekal kehidupan bagi anak-anaknya.

2. Pada zaman Yunani dan Romawi kuno (2000 BC-400DC)

Pekerjaan mengajar untuk kelompok masyarakat elit di lakukan oleh pemimpin agama,tutor,atau para pemimpin adat, dengan sistem pembelajaran one to one atau door to door. Pada masa ini sekolah di kenal dengan escole yang memiliki pengertian the age of leasure atau masa untuk bersenang-senang bagi anak-anak.

3. Pada abad XIX (1600 AD-1800 AD),

Sistem escole telah berkembang sedemikian rupa menjadi sistem klasikal yang mengharuskan adanya fasilitas pendidikan, bahan ajar (kurikulum) dalam batas waktu tertentu serta menggunakan sistem ijazah sebagai bukti bahwa telah menamatkan proses pengajaran dan pembelajaran.

4. Pada abad XX (1600 AD-1800 AD)

Lembaga pendidikan telah mengembangkan sistem klasikal yang dilengkapi dengan media dan menggunakan seperangkat tekhnologi informasi dengan kelas yang tidak terbatas dan bersifat maya atau virtual.

5. Pada Era milenium ketiga (XXI sampai saat ini)

Pada zaman ini guru tidak hanya melakukan tugas-tugas mengajar di ruang kelas melainkan juga telah ikut memberikan layanan pendidikan jarak jauh (distance learning), dengan e-learning dalam sekolah virtual. Profesi guru tidak di batasi dengan adanya pertemuan secara langsung dengan siswa di dalam kelas melainkan telah dilksanakan melalui proses pembelajaran dengan sistem teleconfrence yang di lakukan melalui pertemuan di layar kaca dengan jarak yang jauh. Pada masa lalu guru sangat mengandalkan buku teks  (text book) tetapi sekarang telah memanfaatkan hiperteks (hypertext).

Dengan demikian, profesi guru tidak hanya menggunakan sistem chalk and talk (kapur dan tutur) smata-mata, melainkan telah memanfaatkan kecanggihan teknologi yakni menggunakan dan mengoprasikan komputer, LCD, dan alat bantu lainnya, dan pada era teknologi informasi ini guru sama sekali tidak boleh mengalami GAPTEK (Gagap Teknologi).

 


B. DEFINISI KOMPETENSI

Beberapa pendapat mengenai definisi kompetensi, di antaranya :

1. Barlow

Kompetensi merupakan kemampuan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban seseorang secara bertnggung jawab dan layak.

2. Keputusan MENDIKNAS NO.45/V/2002

Kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang di miliki seseorang sebagai syarat untuk di anggap mampu (kompeten) oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang tertentu.

3. UU RI NO.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, di hayati dan dikuasai oleh guru dan dalam melaksnakan tugas keprofesionalannya.

4. Kamus Umum Bahasa Indonesia (WJS. Purwadarminta)

Kompetensi berarti (kewenangan ) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal.

Jadi kompetensi secara umum adalah pemilikan pengetahuan, keterampilan, kecakapan atau kemampuan sebagai seorang guru dalam menentukan atau memutuskan sesuatu berdasarkan kekuasaan yang dimilikinya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik., “Kompetensi dalam proses interaksi belajar mengajar dapat pula menjadi alat motivasi ekstrinsik, guna memberikan dorongan dari luar diri siswa”

C. DEFINISI PROFESIONAL

Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunayi keahlian seperti guru, dokter, hakim dan sebagainya. Dengan kata ;lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. (DR. Nana Sudjana, 1988).

Guru profesioanal adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang kegurauan sehingga dia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan profesional. Dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Agus F. Tamyong, 1987).

D. DEFINISI KOMPETENSI PROFESIONAL

Dalam UU No 14 tahun 2005 kompetensi profesional berupa kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi penguasaan matei keilmuan, penguasaan kurikulum dan silabus sekolah, metode khusus pembelajaran bidang studi serta pengembangan wawasan etika dan pengembangan profesi. Kompetensi profesional yaitu penguasaan materi pembelajaran secara luas yang berhubungan dengan akademik.

E. ASPEK-ASPEK KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Guru adalah suatu profesi yang mengharuskan pelakunya untuk memiliki keahlian untuk melakukan pekerjaan tersebut seecara profesional dan memiliki kompetensi-kompetensi yang dituntut agar guru mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Maka guru dinilai secara kompeten apabila  :
1. Guru mengerti dan menyenangi dunia pendidikan, dan didukung dengan kompetensi profesionalisme.
2. Guru menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan.
3. Guru mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar.
4. Guru berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya, baik dalam berkata maupun bersikap.
5. Guru memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif.
6. Guru mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan.
7. Guru mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum.
8. Guru  berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab.

F. PENDAPAT KAMI TENTANG KRITERIA GURU YANG MEMENUHI KOMPETENSI PROFESIONAL

Guru adalah jabatan profesional yang memerlukan berbagai keahlian khusus. Sebagai suatu profesi, maka harus memenuhi kompetensi profesional. Menurut kami guru yang memenuhi kompetensi profesional harrus memiliki :

    1. Fisik
    1. Sehat jasmani dan rohani
    2. Tidak mempunayi cacat tubuh yang bisa menimbulakna ejekan atau cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.
    3.  Mental atau kepribadian
      1. Berkepribadian atau berjiwa pancasila.
      2. Mampu menghayati GBHN.
      3. Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada anak didik.
      4. Budi pekerti yang luhur.
      5. Berjiwa kreatif, dapat memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara maksimal.
      6. Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa.
      7. Mampu mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab yang besar akan tugasnya.
      8. Mampu mengembangkan kecerdasan yang tinggi.
      9. Bersifat terbuka,peka, dan inofatif.
      10. Menunjukan rasa cinta kepada profesinya.
      11. Ketaatannya akan disiplin.
      12. Memiliki sense of humor.
  1. Keilmiahan / pengetahuan.
    1. Memahami ilmu yng dapat melandasi pembentukan pribadi.
    2. Memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya sedalam tugasnya sebagai pendidik.
    3. Memahami, menguasai, serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan di ajarkan.
    4. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang-bidang yang lain.
    5. Senang membaca buku-buku ilmiah.
    6. Mampu memecahkan persoalan secara sistematis, terutama yang berhubungan dengan bidang studi.
    7. Memahami prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajar.
    8. Keterampilan
      1. Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar.
      2. Mampu menyusun bahan pelajaran.
      3. Mampu menyusun garis besar program pengajaran (GBPP)
      4. Mampu  memecahakan dan melaksanakan tekhnk mengajar yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan.
      5. Mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikn.
      6. Memahami dan mampu melaksanakan kegiatan dan pendidikan luar sekolah.

F. CONTOH SEORANG GURU YANG MEMENUHI KOMPETENSI PROFESIONAL

Seorang guru, di samping senantiasa dituntut untuk mengembangkan pribadi dan profesinya secara terus menerus, juga dituntut mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Misalkan seorang guru TK, dia harus memiliki suatu keahlian, kesabaran, dan beliau juga harus menyukai pekerjaan tersebut. Dalam memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentu sangat sulit dalam mengambil perhatian dari anak didiknya, oleh karena itu seorang guru dituntut untuk mampu memberikan  inspirasi untuk anak didiknya. Selain itu guru juga harus memiliki kreatifitas yang bisa memancing siswa tertarik dengan materi yang diajarkan, misal dengan membuat suatu permainan dan menggunakan media untuk pembelajaran dengan semenarik mungkin.

ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Lembaga pendidikan adalah suatu lembaga yang bertujuan mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki anak-anak agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manuasia, baik secara individual maupun sebagai anggota masyarakat. Kegiatan untuk mengembangkan potensi itu harus dilakukan secara berencana, terarah dan sistematik guna mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan di atas diperlukan suatu organisasi lembaga pendidikan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat ditentukan berdasarkan suatu kriteria-kriteria tertentu. Pengorganisasian suatu lembaga pendidikan tergantung pada beberapa aspek antara lain: jalur, jenjang, dan jenis  organisasi lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Organisasi sekolah dilihat dari jenjangnya terdapat : jenjang pra sekolah, Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingat Pertama/ Sekolah Menengah Pertama (SLTP/SMP), Sekolah Menengah Umum/ Sekolah Menengan Atas (SMU/SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta perguruan Tinggi. Dilihat dari jenis ada dua yaitu sekolah umum dan sekolah kejuruan, dilihat dari penyelenggara pendidikannya, terdapat sekolah negeri dan sekolah swasta.

Pada era globalisasi, lembaga pendidikan harus dapat mencetak “leader-leader” yang tangguh dan berkualitas. “Leader–leader” pada masa yang akan datang harus dapat mengubah pola pikir untuk menyelesaikan sesuatu dengan kekuatan manusia (manpower) menjadi pola pikir kekuatan otak (mindpower). Konsep pendidikan juga harus dapat menghasilkan out put lembaga pendidikan yang dapat menciptakan “corporate culture”, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan norma–norma yang berlaku masa itu dan pada gilirannya tumbuh kreativitas dan inisiatif, sehingga munculah peluang baru (new opportunity). Out put pendidikan dimasa datang juga diharapkan dapat memandang manusia bukan sebagai pekerja tetapi sebagai mitra kerja dengan keunggulan yang berbeda. Dengan demikian, seorang leader yang keluar dari persaingan global, harus dapat memandang manusia sebagai manusia, bukan pekerja

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      Organisasi Lembaga Pendidikan

1. Pengertian

Beberapa definisi organisasi dari para ahli :

2. Louis A. Allen (1960)

Pengorganisaasian adalah proses mengatur dan menghubungankan oekerjaan yang harus dilakukan, sehingga tugas organisasi dapat diselesaikan secara efektif dan efisien oleh orang-orang

3. Edgar Schein (1973)

“An organization is the rational coordination of the activity of the number of people for the achievement of some common explicit of labor and function, and through a hierarchy of outhority and responsibility”. (Suatu organisasi adalah koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum dari tenaga kerja dan fungsi, serta dengan tingkatan hirarki dan tanggungjawab.)

4. Ananda W.P Guruge (1977)

“Organization is difened as arranging a complex of tasks into manageable units and defining the formal relationship among the people who are assigned the various tasks”. (Organisasi didefinisikan sebagai tatanan tugas yang kompleks yang dikelola oleh suatu unit dan mendeskripsikan hubungan formal antara orang-orang yang ditugaskan berbagai macam tugas).

5. SB Hri Lubis (1987)

Terdapat kesamaan pengertian dari keseluruhan definisi organisasi yaitu pada dasarnya organisasi sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai suatu kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkunagnnya.

6. Robbins (1996)

Organisasi dipandang pula sebagai satuan sosial yang dikoordinasi secara sadar, yang tersususn atas dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relatif terus- menerus untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.

7. Sutarto (1998)

Organisasi adalah sistem saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari berbagai definisi para ahli mengenai organisasi, Pada intinya dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah koordinasi /secara rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama yang dirumuskan secara eksplisit, melalui peraturan dan pembagian kerja serta melalui hierarkhi kekuasaan dan tanggung jawab. Organisasi dapat didefinisikan dengan bermacam cara yang pada intinya mencakup berbagai faktor yang menimbulkan organisasi yaitu kumpulan orang, ada kerjasama, dan tujuan yang telah ditetapkan yang merupakan sistem yang saling berkaitan dalam kebulatan.

Suatu lembaga adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umum tertentu dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tertentu. Lembaga termasuk diantara norma norma masyarakat yang paling resmi dan bersifat memaksa. Kalau kebiasaan dan tata kelakuan disekitar suatu kegiatan yang penting menjadi terorganisir ke dalam sistem keyakinan dan perilaku yang sangat formal dan mengikat, maka suatu lembaga telah berkembang. Oleh karena itu suatu lembaga mencakup :

  1. Seperangkat perilaku yang telah distandarisasi dengan baik
  2. Serangkaian tata kelakuan, sikap, nilai- nilai yang mendukung dan
  3. Sebentuk tradisi, ritual, upacara dan perlengkapan-perlengkapan lainnya.

Lembaga dibentuk berdasarkan hal-hal sebagai berikut:

  • Cara. Yang dimaksud dengan cara disisni adalah mengacu pada suatu keadaan dalam masyarakat yang menggunakan symbol-simbol tertentuk untuk memaknai sebuah hal atau peristiwa.
  • Kebisaan. Yang dimaksud dengan kebiasan adalah prilaku masyaralat berulang secaar terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, sehingga perilaku tersebut sudah menjadi kebisaan yang dsulit untuk dilupkan.
  • Adat Istiadat. Adalah suatu cara dan prilaku masyarakat dalam memakanai kehidupan dalam bentuk upacara ritual, makan adat istiada disini lebih mengacu pada nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat dan menjadi nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

Ada berbagai definisi mengenai pendidikan menurut para ahli, antara lain:

a)      Driyarkara (1980)

Pendidikan adalah memanusiakan manusia.

b)      Dictionary of education

Pendidikan adalah (a) Proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup, (b) proses sosial yang terjadi pada seseorang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang sifatnya permanen (tetap) dalam tingkah laku, pikiran, dan sikapnya.

c)      Crow and Crow (1960)

“Modern educational theory and practice not only are aimed at preparation for future living but also are operative in determining the patern of present, day by day attitude and behaviour.”

Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk persiapan hidup yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan sekarang yang dialami individu dalam perkembangannya menuju ke tingkat kedewasaannya.

Dari berbagai definisi pendidikan menurut para ahli tersebut, dapat diidentifikasi beberapa ciri pendidikan, antara lain yaitu :

-          Pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup.

-          Untuk mencapai tujuan itu, pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi (materi), strategi, dan teknik penilaiannya yang yang sesuai.

-          Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan non formal).

Selain itu, dari berbagai definisi pendidikan menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dari pengertian masing-masing kata tersebut dapat diketahui definisi Organisasi Lembaga Pendidikan adalah koordinasi  secara rasional sejumlah orang dalam membentuk institusi pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.Demikian komleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang.

Struktur Organisasi lembaga Pendidikan

Menurut E. Kast dan James E. Rosenzweig (1974) struktur diartikan sebagai pola hubungan komponen atau bagian suatu organisasi. Struktur merupakan sistem formal hubungan kerja yang membagi dan mengkoordinasi tugas orang dan kelompok agar tercapai tujuan.

Struktur organisasi merupakan bentuk dari organisasi secara keseluruhan yang menggambarkan kesatuan dari berbagai segmen dan fungsi organisasi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, ukuran, jenis teknologi yang digunakan, dan sasaran yang hendak dicapai. Struktur bersifat relatif stabil (tidak berubah) statis dan berubah lambat atau memerlukan waktu untuk penyesuaian-penyesuaian.

Menurut Stoner (1986), struktur organisasi dibangun oleh lima unsur, yaitu:

  • Spesialisasi aktivitas

Spesialisasi aktivitas mengacu pada spesifikasi tugas perorangan dan kelompok di seluruh organisasi atau pembagian kerja dan penyatuan tugas tersebut ke dalam unit kerja.

  • Standardisasi aktivitas

Standardisasi aktivitas adalah prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin kelayakan kegunaan aktivitas. Menstandardisasi artinya menjadikan seragam dan konsisten pekerjaan yang harus dilakukan bawahan, biasanya dengan menggunakan peraturan, uraian jabatan, dan program seleksi, orientasi kerja, keterampilan kerja.

  • Koordinasi aktivitas

koordinasi aktivitas adalah prosedur yang memadukan fungsi-fungsi dalam organisasi, seperti fungsi primer dalam suatu badan usaha, pemasaran, produksi dan penjualan merupakan faktor-faktor yang secara langsung menunjang pencapaian tujuan organisasi.

  • Sentralisasi dan desentralisasi keputusan

Sentralisasi dan desentralisasi adalah pengambilan keputusan mengacu pada lokasi kekuasaan pengambilan keputusan. Sentralisasi adalah proses pemberian wewenang pengambilan keputusan pada tingkat atas suatu organisasi, sedangkan desentalisasi merupakan pendelegasian wewenang pada semua tingkat organisasi.

  • Ukuran unit kerja

ukuran unit kerja mengacu pada jumlah pegawai dalam suatu kelompok kerja.

Struktur organisasi akan menjadi lebih jelas apabila digambarkan dalam bagan atau skema organisasi. Pada struktur organisasi terdapat gambaran posisi kerja, pembagian kerja, jenis kerja yang harus dilakukan, hubungan atasan dan bawahan, kelompok, komponen atau bagian, tingkat manajemen dan saluran komunikasi. Struktur organisasi menspesifikkan pembagian kegiatan kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau bagaimana kegiatan yang berbeda-beda itu dihubungkan.Struktur juga menunjukkan hierarki dan struktur wewenang organisasi serta memperlihatkan hubungan pelapornya.

Skema organisasi memberikan penjelasan mengenai hubungan pelaporan yang dinyatakan sebagai garis vertikal pada skema organisasi menunjukkan pada siapa suatu jabatan atau seseorang individu harus melapor, menggambarkan lingkungan tanggung jawab, alokasi tugas dan tanggung jawab setiap jabatan dalam organisasi.

Bagan organisasi menunjukkan struktur organisasi dengan kotak-kotak atau garis-garis yang disusun menurut kedudukannya yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yang satu sama lain dihubungkan dengan garis-garis saluran wewenang (Sutarto, 1998:217).

Kegunaan skema atau bagan organisasi untuk mengetahui besar kecilnya organisasi, garis saluran weweang, berbagai macam satuan organisasi, rincian aktivitas satuan organisasi, setiap jabatan yang ada, rincian tugas pejabat, nama dan pangkat golongan, jumlah dan foto pejabat, kedudukan, dan penilaian terhadap kelayakan suatu organisasi.

Struktur organisasi lembaga pendidikan adalah susunan skema atau bagan yang menggambarkan hubungan kerja yang membagi dan mengkoordinasikan tugas orang dan kelompok agar menjadi suatu kesatuan dari berbagai segmen dan fungsi lembaga pendidikan dengan tujuan untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran.

Pengorganisasian lembaga penyenggara pendidikan menganut ketentuan nasional tentang jenis dan jenjang pendidikan. Dalam UU nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan nasional (Propenas) yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Tahunan (Repeta) dinyatakan adanya perintisan pembentukan Dewan Sekolah di setiap kabupaten dan kota, dan pembentukan komite sekolah di setiap sekolah.

Departemen Pendidikan Nasional

Departemen Agama

Komisi pendidikan Nasional

Pemerintah Kabupaten/Kota (Dinas pendidikan)

Dewan sekolah (Dewan pendidikan)

Komite Sekolah

Komite Sekolah

Komite Sekolah

Hubungan berbagai institusi yang mengelola pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut (Agus Rahardja, 2001:16)

Berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, dikeluarkan Keputusan Menteri pendidikan Nasional nomor 044 tahun 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Dewan Pendidikan adalah badan yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di kabupaten dan kota. Dewan pendidikan berperan antara lain:

  1. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan
  2. Pendukung (supporting agency) baik berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan
  3. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan
  4. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan DPR dengan masyarakat.

Bagan hubungan Dewan Pendidikan dengan Instansi terkait di kabupaten/kota dapat dilihat pada gambar berikut:

Bupati/Wali Kota

Dewan pendidikan

DPRD

Dinas Pendidikan

Komite Sekolah

Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pendidikan pra sekolah jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah. Peran komite sekolah hampir sama dengan dewan pendidikan, namun cakupan ruangnya lebih sempit yaitu di satuan pendidikan.

B.     Jalur, jenjang dan jenis pendidikan

Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 16)

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 31 ayat 1, 2, dan 3) Ada tiga jalur pendidkan yang berperanan dalam pembentukan kualitas sumber daya manuasia, yaitu terdiri atas: pendidikan formal, nonformal, dan informal.

a.      Jalur  Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan formal dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakat.

Semua lembaga formal diberi hak dan wewenang oleh pemerintah untuk memberikan gelar akademik kepada setiap peserta didik yang telah menempuh pendidikan di lembaga tersebut. Khusus bagi perguruan tinggi yang memiliki program profesi sesuai dengan program pendidikan yang diselenggarakan doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kemasyarakatan, keagamaan, kebudayaan, atau seni.

b.      Jalur Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal juga disebut pendidikan luar sekolah. Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

c.       Jalur Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 27 ayat 1 dan 2).

Homeschooling atau yang di-Indonesiakan menjadi sekolah rumah, merujuk pada UU No. 20 tahun 2003 terkategori sebagai pendidikan informal. Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dan lingkungan. Kedudukannya setara dengan pendidikan formal dan nonformal.

Hanya saja, jika anak-anak yang dididik secara informal ini menghendaki ijazah karena berniat memasuki pendidikan formal pada jenjang yang lebih tinggi, maka peserta pendidikan informal bisa mengikuti ujian persamaan melalui PKBM atau lembaga nonformal sejenis yang menyelenggrakan ujian kesetaraan. Hal paling khas yang menjadi nilai lebih pendidikan informal dibandingkan model pendidikan lainnya adalah, kemungkinan yang lebih besar akan tergali dan terkelolanya potensi setiap anak secara maksimal.

Jenjang pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 14)

1.      Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 17). Pendidikan dasar merupakan pendidikan sembilan tahun terdiri dari program pendidikan enam tahun di sekolah dasar dan program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan pertama (PP Nomor 28 tahun 1990).

Sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar, bagi anak usia 0-6 tahun diselenggarakan pendidikan anak usia dini, tetapi bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 28 disebutkan bahwa : Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

2.      Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 18)

3.      Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 20)

Jenis pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 15)

  1. 1.      Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

2.      Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

3.      Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

4.      Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

5.      Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

6.      Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah, pesantren, pasraman, pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 30)

7.      Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

C.    Kriteria Keberhasilan Organisasi Lembaga Pendidikan

Kemandirian sebagai tuntuan desentralisasi pendidikan (Tim Dosen AP, 2010 : 25)  pada daerah kabupaten dan kota lebih menekankan pada kemandirian dalam mengelola dan memberdayakan berbagai sumber daya yang dimiliki untuk mengimplementasikan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh otoritas pusat dan propinsi. Melihat sumber daya yang tersedia didaerah, maka setiap daerah berbeda-beda dalam menangani urusan pendidikan. Perbedaan ini terlihat dalam mengorganisasikan instansi pengelola pendidikan, sedangkan untuk mengorganisasikan lembaga penyelenggaraan pendidikan tetap menganut ketentuan nasional tentang jenis dan jenjang pendidikan.

Pengorganisasian sebagai proses membagi kerja ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumberdaya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan sebuah organisasi maka diperlukan kriteria keberhasilan organisasi lembaga pendidikan (Nanang Fattah, 1996 : 71).

Kriteria keberhasilan berfungsi untuk menentukan nilai suatu aspek dalam suatu komponen tertentu. Pengelolaan suatu lembaga pendidikan yang efektif dan efisien merupakan syarat mutlak keberhasilan organisasi tersebut. Tidak terkecuali lembaga pendidikan yang juga akan semakin dituntut menjadi suatu organisasi yang tepat sasaran dan berdayaguna. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memerlukan suatu sistem pengelolaan yang profesional. Sebagai salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan, selayaknya sekolah memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas SDM. Hal ini tidak terlepas dari seberapa baik sekolah tersebut dikelola. Apabila sekolah dianalogikan sebagai mesin produksi, maka kualitas output akan relevan dengan kualitas mesinnya. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan (sekolah) merupakan keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Sehingga keberhasilan kepemimpinan pada hakikatnya berkaitan dengan tingkat kepedulian seorang pemimpin terlibat terhadap kedua orientasi, yaitu apa yang telah dicapai oleh organisasi (organizational achievement) dan pembinaan terhadap organisasi (organizational maintenance). Dengan pendekatan ini, keberhasilan seorang pemimpin dapat dikaji dengan langkah-langkah atau cara:

  1. Pengamatan terhadap produk yang dihasilkan oleh proses transformasi kepemimpinannya, seperti:
    1. Penampilan kelompok
    2. Tercapainya tujuan kelompok
    3. Kelangsungan hidup kelompok
    4. Pertumbuhan kelompok
    5. Kemajuan kelompok menghadapi krisis
    6. Bawahan merasa puas terhadap pemimpin
    7. Bawahan merasa bertanggung jawab terhadap tujuan kelompok
    8. Kesejahteraan psikologi dan perkembangan anggota kelompok
    9. Bawahan tetap mendukung kedudukan dan jabatan pemimpin
    10. Berkaitan dengan hasil transformasi tersebut dapat dilihat pula beberapa hal, seperti:
      1. Pertumbuhan keuntungan
      2. Batas minimal keuangan
      3. Peningkatan produk pelayanan
      4. Penyebaran jasa pelayanan
      5. Target yang tercapai
      6. Investasi mengalami pertumbuhan

Pembelajaran merupakan inti dan muara segenap proses pengelolaan pendidikan. Kualitas sebuah lembaga pendidikan juga hakikatnya diukur dari kualitas proses pembelajarannya, disamping output dan outcome yang dihasilkan. Oleh karena itu kriteria mutu dan keberhasilan pembelajaran seharusnya dibuat secara rinci, sehingga benar-benar measurable and observable (dapat diukur dan diamati).

Kriteria Keberhasilan

  1. Obyektivitas absolut memang diyakini tidak akan diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh hanyalah tertekannya unsur subyektivitas seminimal mungkin. Hal itu juga dipastikan terjadi dalam penyelenggaraan supervisi keterlaksanaan Kurikulum 2004 di 40 SMA
  2. Dalam rangka menekan unsur subyektivitas sekaligus mengoptimalkan nilai-nilai obyektivitas dalam proses dan hasil supervisi keterlaksanaan Kurikulum di 40 SMA, maka disiapkan kriteria kinerja/performansi/ keberhasilan semua aspek pada semua komponen;
  3. Kriteria keberhasilan berfungsi untuk menentukan nilai suatu aspek dalam suatu komponen tertentu. Kriteria unjuk kerja langsung menentukan nilai komponen;
  4. Kriteria keberhasilan disiapkan untuk setiap aspek pada semua komponen. Formulasi semua kriteria kinerja/kriteria performansi/indikator keberhasilan ditentukan sesuai dengan karakteristik aspek yang dinilai
  5. Kriteria keberhasilan suatu aspek dalam suatu komponen tidak sama, baik dalam jumlah, substansi, maupun karakteristiknya

BAB II

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Mulyani A Nurhadi membedakan menjadi dua yaitu organisasi macro dan mikro.
  2. Jalur, Jenjang, dan Jenis Organisasi Lembaga Pendidikan
  3. Jalur organisasi lembaga pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Ada tiga jalur pendidkan yang berperanan dalam pembentukan kualitas sumber daya manuasia, yaitu terdiri atas: pendidikan formal, nonformal, dan informal.

1. Jenjang organisasi lembaga pendidikan

Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 14)

2. Jenis organisasi lembaga pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 15)

3. Kriteria Keberhasilan Organisasi Lembaga Pendidikan

Kriteria keberhasilan berfungsi untuk menentukan nilai suatu aspek dalam suatu komponen tertentu. Pengelolaan suatu lembaga pendidikan yang efektif dan efisien merupakan syarat mutlak keberhasilan organisasi tersebut. Tidak terkecuali lembaga pendidikan yang juga akan semakin dituntut menjadi suatu organisasi yang tepat sasaran dan berdayaguna. Sebagai salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan, selayaknya sekolah memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas SDM.


DAFTAR PUSTAKA

Dosen, Tim AP. 2010. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press

Fattah, Nanang. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Cibeureum : PT Remaja

Rosdakarya Bandung

(http://kangsaviking.wordpress.com/lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan/).

(http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_nonformal)

(http://pendidikan-rumah.blogspot.com/2009/06/pendidikan-informal.html)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

SIFAT-SIAT FISIK DAN SIFAT MORFOLOGI TANAH

SIFAT-SIFAT FISIK DAN MORFOLOGI TANAH

Sifat morfologi tanah adalah sifat-sifat tanah yang dapat diamati  dan dipelajari di lapang. Sebagian dari sifat-sifat morfologi tanah merupakan sifat-sifat fisik dari tabah tersebut.

1.      Profil tanah

Profil tanah merupakan penampang melintang tanah atau irisan tegak lurus ke bawah dari permukaan tanah yang menampakkan lapisan-lapisan tanah (horison).

Horizon adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan mempunyai ciri-ciri tertentu.

Solum: tanah yang berkembang secara genetis; merupakan lapisan tanah mineral dari atas sampai sedikit dibawah batas atas horizon C (terdiri dari horizon O-A-E-B).

Lapisan tanah atas: lapisan tanah yang subur karena mengandung banyak bahan organik (terdiri dari horizon O-A).

Lapisan tanah bawah: lapisan di bawah solum (terdiri dari horizon C-R).

Keterangan:

Horizon O

  • Lapisan atas, lapisan olah, lapisan humus
  • Lapisan teratas suatu penampang tanah, yang biasanya banyak mengandung Bahan Organik (BO) sebagai hasil dekomposisi seresah sehingga warnanya gelap.
  • Merupakan lapisan utama

Horizon A

  • Horison mineral ber BOT sehingga berwarna agak gelap

Horizon E

  • Horison mineral yang telah tereluviasi (tercuci) sehingga kadar (BOT, liat silikat, F dan Al rendah) tetapi pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten lainnya tinggi, berwarna terang

Horizon B

  • Horrison Illuvial atau horison tempat terakumulasinya bahan-bahan yang tercuci dari horison diatasnya (akumulasi bahan eluvial)
  • Ketebalan lapisan > horizon A
  • Horizon B dibagi menjadi beberapa sub lapisan:

-          Sub lapisan B1: daerah peralihan horizon (warna agak gelap)

-          Sub lapisan B2: daerah kandungan kapur tinggi (warna terang)

-          Sub lapisan B3: daerah penimbunan unsure Fe missal Fe2O3 (warna merah)

Horizon C

  • Horizon C atau lapisan batuan induk merupakan hasil pelapukan dan penghancuran oleh iklim terhadap batuan induk yang berlangsung lama.
  • Sifatnya mirip batuan induk.

Horizon R (bedrock)

  • Merupakan dasar tanah yang terdiri dari batuan yang sangat pejal dan belum mengalami pelapukan.

Kegunaan profil tanah :

a)      Untuk mengetahui kedalaman lapisan olah (Lapisan Tanah Atas = O-A) dan solum(O-A-E-B).

b)      Untuk mengetahui kelengkapan atau differensiasi horison pada profil

c)      Untuk mengetahu warna tanah

2.      Warna tanah

Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah untuk mendeterminasi tanah.

Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa warna tanah berfungsi sebagai penunjuk dari sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah makin gelap. Sedangkan dilapisan bawah, dimana kandungan bahan organik umumnya rendah, warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe dalam tanah.

Di daerah berdrainase buruk, yaitu di daerah yang selalu tergenang air, seluruh tanah berwarna abu-abu karena senyawa Fe terdapat dalam kondisi reduksi (Fe2+). Pada tanah yang berdrainase baik, yaitu tanah yang tidak pernah terendam air, Fe terdapat dalam keadaan oksidasi (Fe3+) misalnya dalam senyawa Fe2O3 (hematit) yang berwarna merah, atau Fe2O3. 3 H2O (limonit) yang berwarna kuning cokelat. Sedangkan pada tanah yang kadang-kadang basah dan kadang-kadang kering, maka selain berwarna abu-abu (daerah yang tereduksi) didapat pula becak-becak karatan merah atau kuning,yaitu di tempat-tempat dimana udara dapat masuk, sehingga terjadi oksidasi besi ditempat tersebut. Keberadaan jenis mineral kwarsa dapat menyebabkan warna tanah menjadi lebih terang.

Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna tanah tersebut dengan
warna standar pada buku Munsell Soil Color Chart. Diagram warna baku ini disusun tiga variabel, yaitu: (1) hue, (2) value, dan (3) chroma

  • Hue adalah warna spectrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
  • Value menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan.
  • Chroma
    menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum. Chroma didefiniskan juga sebagai gradasi kemurnian dari warna atau derajat pembeda adanya perubahan warna dari kelabu atau putih netral (0) ke warna lainnya (19).

Berdasarkan buku Munsell Saoil Color Chart

  • Nilai Hue dibedakan menjadi: (1) 5 R; (2) 7,5 R; (3) 10 R; (4) 2,5 YR; (5) 5 YR; (6) 7,5 YR; (7) 10 YR; (8) 2,5 Y; dan (9) 5 Y,
    yaitu mulai dari spektrum dominan paling merah (5 R) sampai spektrum dominan paling kuning (5 Y), selain itu juga sering ditambah untuk warna-warna tanah tereduksi (gley) yaitu: (10) 5 G; (11) 5 GY; (12) 5 BG; dan (13) N (netral).
  • Value dibedakan dari 0 sampai 8, yaitu makin tinggi value menunjukkan warna makin terang (makin banyak sinar yang dipantulkan). Nilai Value pada lembar buku Munsell Soil Color Chart terbentang secara vertikal dari bawah ke atas dengan urutan nilai 2; 3; 4; 5; 6; 7; dan 8. Angka 2 paling gelap dan angka 8 paling terang.
  • Chroma juga dibagi dari 0 sampai 8, dimana makin tinggi chroma menunjukkan kemurnian spektrum atau kekuatan warna spektrum makin meningkat. Nilai chroma pada lembar buku Munsell Soil Color Chart dengan rentang horisontal dari kiri ke kanan dengan urutan nilai chroma: 1; 2; 3; 4; 6; 8. Angka 1 warna tidak murni dan angka 8 warna spektrum paling murni.

3.      Tekstur tanah

Tekstur tanah merupakan sifat menggambarkan kasar halusnya tanah dalam perabaan yang ditentukan oleh perbandingan berat fraksi-fraksi penyusunnya. Suatu fraksi yang dominan pada suatu tanah akan menentukan ciri dan jenis yang bersangkutan.

Tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit menyimpan atau menyerap air dan unsur hara. Tanah yang bertekstur lempung atau liat mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara sangat tinggi. Tekstur tanah ringan yaitu tanah yang didominasi fraksi pasiran lebih mudah diolah dibandingkan dengan tekstur berat yang didominasi fraksi lempung.

Bahan- bahan tanah meliputi:

-          Pasir : 2mm – 50 u

-          Debu : 50u – 2u

-          Liat : < 2u

-          Lebih dari 2mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)

Tekstur tanah dapat digolongkan :

  1. Apabila terasa kasar, berarti pasir, pasir berlempung
  2. Apabila terasa agak kasar, berarti lempung berpasir, lempung berpasir halus
  3. Apabila terasa sedang, berari lempung berpasir sangat halus, lempung, lempung berdebu, debu
  4. Agak halus, berarti  lempung liat, lempung liat berpasir, lempung liat berdebu
  5. Halus, berari liat berpasir, liat berdebu, liat

Di lapangan tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah di antara jari-jari, sambil dirasakan  halus kasarnya yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir debu dan liat, sebagai berikut:

Pasir:

-          Rasa kasar sangat jelas

-          Tidak melekat

-          Tidak dapat dibentuk bola dan gulungan

Pasir berlempung:

-          Rasa kasar jelas

-          Sedikit sekali melekat

-          Dapat dibentuk bola, mudah hancur

Lempung berpasir:

-          Rasa kasar agak jelas

-          Agak melekat

-          Dappat dibuat bola, mudah hancur

Lempung:

-          Rasa tidak kasar dan tidak licin

-          Agak melekat

-          Dapat dibentuk bola agak teguh, dapat sedikit dibuat gulungan dengan permukaan mengkilat

Lempung berdebu:

-          Rasa licin

-          Agak melekat

-          Dapat dibentuk bola agak teguh, gulungan dengan permukaan mengkilat

Debu:

-          Rasa licin sekali

-          Agak melekat

-          Dapat dibentuk bola teguh, dapat dibentuk gulungan dengan permukaan membulat

Lempung berliat:

-          Rasa agak licin

-          Agak melekat

-          Dapat dibentuk bola agak teguh, dapat dibentuk gulungan yang agak mudah hancur

Lempung liat berpasir:

-          Rasa halus dengan sedikit bagian agak kasar

-          Agak melekat

-          Dapat dibentuk bola agak teguh, dapat dibentuk gulungan mudah hancur

Lempung liat berdebu:

-          Rasa halus agak licin

-          Melekat

-          Dapat dibentuk bola teguh, gulungan mengkilat

Liat berpasir:

-          Rasa halus, berat tetapi tersa sedikit kasar

-          Melekat

-          Dapat dibentuk bola teguh, mudah di gulung

Liat berdebu:

-          Rasa halus, berat, agak licin

-          Sangat lekat

-          Dapat dibentuk bola teguh, mudah di gulung

Liat:

-          Rasa berat, halus

-          Sangat lekat

-          Dapat dibentuk bola dengan baik, mudah digulung

4.      Struktur tanah

Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis.

Struktur ini terjadi karena butir-butir pasir, debu dan liat terikat satu sama lain oleh suatu perekat seperti bahan organik, oksida-oksida besi dan lain-lain.

Ruang kosong yang besar antara agregat (makropori) membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil ( mikropori) memegang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut granular.

Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan agregat

1. Bahan Induk

Variasi penyusun tanah tersebut mempengaruhi pembentukan agregat-agregat tanah serta kemantapan yang terbentuk. Kandungan liat menentukan dalam pembentukan agregat, karena liat berfungsi sebagai pengikat yang diabsorbsi pada permukaan butiran pasir dan setelah dihidrasi tingkat reversiblenya sangat lambat. Kandungan liat > 30% akan berpengaruh terhadap agregasi, sedangakan kandungan liat < 30% tidak berpengaruh terhadap agregasi.

2. Bahan organik tanah

Bahan organik tanah merupakan bahan pengikat setelah mengalami pencucian. Pencucian tersebut dipercepat dengan adanya organisme tanah. Sehingga bahan organik dan organisme di dalam tanah saling berhubungan erat.

3. Tanaman

Tanaman pada suatu wilayah dapat membantu pembentukan agregat yang mantap. Akar tanaman dapat menembus tanah dan membentuk celah-celah. Disamping itu dengan adanya tekanan akar, maka butir-butir tanah semakin melekat dan padat. Selain itu celah-celah tersebut dapat terbentuk dari air yang diserp oleh tnaman tesebut.

4. Organisme tanah

Organisme tanah dapat mempercepat terbentuknya agregat. Selain itu juga mampu berperan langsung dengan membuat lubang dan menggemburkna tanaman.Secara tidak langsung merombak sisa-sisa tanaman yang setelah dipergunakan akan dikeluarlan lagi menjadi bahan pengikat tanah.

5. Waktu

Waktu menentukan semua faktor pembentuk tanah berjalan. Semakin lama waktu berjalan, maka agregat yang terbentuk pada tanah tersebut semakin mantap.
6. Iklim

Iklim berpengaruh terhadap proses pengeringan, pembasahan, pembekuan, pencairan. Iklim merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan agregat tanah.

Macam macam struktur tanah

1.      Struktu tanah berbutir (granular): Agregat yang membulat, biasanya diameternya tidak lebih dari 2 cm. Umumnya terdapat pada horizon A yang dalam keadaan lepas disebut “Crumbs” atau Spherical.

2.       Kubus (Bloky): Berbentuk jika sumber horizontal sama dengan sumbu vertikal. Jika sudutnya tajam disebut kubus (angular blocky) dan jika sudutnya membulat maka disebut kubus membulat (sub angular blocky). Ukuranya dapat mencapai 10 cm.

3.      Lempeng (platy): Bentuknya sumbu horizontal lebih panjang dari sumbu vertikalnya. Biasanya terjadi pada tanah liat yang baru terjadi secara deposisi (deposited).

4.      Prisma: Bentuknya jika sumbu vertikal lebih panjang dari pada sumbu horizontal. Jadi agregat terarah pada sumbu vertikal. Seringkali mempunyai 6 sisi dan diameternya mencapai 16 cm. Banyak terdapat pada horizon B tanah berliat. Jika bentuk puncaknya datar disebut prismatik dan membulat disebut kolumner.

Tanah dengan struktur baik (granuler, remah) mempunyai tata udara yang baik, unsur-unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Struktur tanah yang baik adalah yang bentuknya membulat sehingga tidak dapat saling bersinggungan dengan rapat. Akibatnya pori-pori tanah banyak terbentuk. Di samping itu struktur tanah harus tidak mudah rusak (mantap) sehingga pori-pori tanah tidak cepat tertutup bila terjadi hujan.

5.      Konsistensi tanah

Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain.

Keadaan tersebut ditunjukkan dari daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Gaya yang akan mengubah bentuk tersebut misalnya pencangkulan, pembajakan, dan penggaruan.

Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah. Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu: basah, lembab, dan kering. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity).

Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara.

Pada kondisi basah, konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat plastisitas dan tingkat kelekatan.

Pada kondisi lembab, konsistensi tanah dibedakan ke dalam tingkat kegemburan sampai dengan tingkat keteguhannya

Pada kondisi kering, konsistensi tanah dibedakan berdasarkan tingkat kekerasan tanah.

Secara lebih terinci cara penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan sebagai berikut:

(I) Konsistensi Basah

1.1  Tingkat Kelekatan, yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara butir-butir tanah dengan benda lain, ini dibagi 4 kategori:

1.      Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain.

2.      Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain.

3.       Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain.

4.      Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain.

1.2 Tingkat Plastisitas, yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan, ini dibagi 4 kategori berikut:

  1. Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah.
  2. Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm.
  3. Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut.
  4. Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut.

(II) Konsistensi Lembab

Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang, konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut:

  1. Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir).
  2. Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas.
  3. Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghancurkan gumpalan tanah.
  4. Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah.
  5. Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut.
  6. Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut

(III) Konsistensi Kering

Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara, ini dibagi 6 kategori sebagai berikut:

  1. Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir).
  2. Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh, sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur.
  3. Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah.
  4. Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah.
  5. Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk hancur.
  6. Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul).

Beberapa faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah adalah: (1) tekstur tanah, (2) sifat dan jumlah koloid organik dan anorganik tanah, (3) sruktur tanah, dan (4) kadar air tanah.

6.      Drainase tanah

Drainase Tanah: adalah lamanya kondisi tergenang / jenuh air, bukan merupakan ukuran berapa cepat air terbuang dari tanah air dapat hilang melalui permukaan tanah maupun melalui peresapan ke dalam tanah. Berdasarkan atas klas drainasenya, tanah dibedakan menjadi klas drainase terhambat(tergenang) sampai sangat cepat (air sangat cepat hilang dari tanah).

Klas drainase ditentukan di lapang dengan melihat adanya gejala-gejala pengaruh air dalam penampang tanah. Gejala-gejala tersebut antara lain adalah warna pucat, kelabu, atau adanya becak-becak karatan. Warna pucat atau kelabu kebiru-biruan menunjukkan adanya pengaruh genangan air yang kuat, sehingga merupakan petunjuk adanya tanah berdrainase buruk. Adanya karatan menunjukkan bahwa udara masih dapat masuk ke dalam tanah setempat-setempat sehingga terjadi oksidasi di tempat tersebut dan terbentuk senyawa- senyawa Fe+++ yang berwarna merah. Bila air tidak pernah menggenang sehingga tata udara dalam tanah selalu baik, maka seluruh profil tanah dalam keadaan oksidasi (Fe+++). Oleh karena itu seluruh tanah umumnya berwarna merah atau cokelat.

Keadaan drainase tanah menentukan jenis tanaman yang dapat tumbuh. Sebagai contoh, padi dapat hidup pada tanah-tanah dengan drainase buruk, tatapi jagung, karet, cengkeh, kopi dan lain-lain tidak akan dapat tumbuh dengan baik kalau tanah selalu tergenang air.

7.      Pori-pori tanah

Pori-pori tanah adalah bagian yang tidak terisi bahan padat tanah (terisi oleh udara dan air). Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar (macro pore) dan pori-pori halus (micro pore). Pori-pori kasar berisi udara atau air gravitasi (air yang mudah hilang karena gaya gravitasi), sedang pori-pori halus berisi air kapiler atau udara. Tanah- tanah pasir mempunyai pori-pori kasar lebih banyak daripada tanah liat. Tanah dengan banyak pori-pori kasar sulit menahan air sehingga tanaman mudah kekeringan.

Porositas tanah dipengaruhi:

-          Kandungan bahan organic

-          Struktur tanah

-          Tekstur tanah

Porositas tanah tinggi kalau bahan organik tinggi,  tanah-tanah dengan struktur granuler ataau remah, mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan struktur massive (pejal). Tanah dengan tekstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit untuk menahan air.

8.      Sifat-sifat lain

Untuk dapat menentukan kesesuaian tanah bagi bermacam-macam penggunaan maka disamping sifat-sifat tanah yang telah diuraikan di muka, perlu diamati pula sifat-sifat tanah lain serta keadaan lingkungannya, misalnya:

1. Keadaan batuan

Terdapatnya batu-batu baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah dapat mengganggu perakaran tanaman serta mengurangi kemampuan tanah untuk berbagai penggunaan. Karena itu jumlah dan ukuran batuan yang di temukan perlu dicatat dengan baik.

2. Padas(pan)

Padas merupakan bagian tanah yang mengeras dan padat sehingga tidak dapat ditembus akar tanaman ataupun air. Karena itu dalam penyifatan tanah di lapang dalamnya padas dan kekerasannya perlu diteliti.

3. Kedalaman efektif

Kedalaman efektif adalah kedalaman tanah yang masih dapat ditembus akar tanaman. Pengamatan kedalaman efektif dilakukan dengan mengamati penyebaran akar tanaman. Banyaknya perakaran, baik akar halus maupun akar kasar, serta dalamnya akar-akar tersebut dapat menembus tanah perlu diamati dengan baik.

4. Lereng

Keadaan lingkungan di luar solum tanah yang sangat besar pengaruhnya terhadap kesesuaian tanah (lahan) untuk berbagai penggunaan adalah lereng. Makin curam lereng kesesuaian lahan makin berkurang. Pada umumnya dianggap bahwa kemiringan lereng yang lebih dari 30% tidak cocok lagi untuk tanaman pangan. Lereng dapat berbentuk cembung, cekung atau rata dengan panjang yang berbeda.

Daftar pustaka:

Hardjowigeno, Sarwono. 1987. Ilmu tanah. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa.

untuk lebih lengkap nya dapat dilihat pptnya di SIFAT FISIK DAN MORFOLOGI TANAH

This entry was posted on Mei 21, 2012. 2 Komentar