KOMPETENSI PROFESIONAL GURU

A. SEJARAH PERKEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

Menurut Dr. Purwanto dalam makalahnya yang berjudul ‘Profesionalisme Guru’ beliau menjelaskan secara sekilas tentang sejarah perkembangan profesi guru. Perkmbangan profesi guru di bedakan menjadi beberapa periode yakni :

1. Zaman prasejarah

Pada zaman ini pekerjaan mengajar kepada anak-anaknya telah dilakukan oleh orang tua dan keluarganya, dan ini menjadi kewajibanmereka terkait dengan kewajiban memberikan bekal kehidupan bagi anak-anaknya.

2. Pada zaman Yunani dan Romawi kuno (2000 BC-400DC)

Pekerjaan mengajar untuk kelompok masyarakat elit di lakukan oleh pemimpin agama,tutor,atau para pemimpin adat, dengan sistem pembelajaran one to one atau door to door. Pada masa ini sekolah di kenal dengan escole yang memiliki pengertian the age of leasure atau masa untuk bersenang-senang bagi anak-anak.

3. Pada abad XIX (1600 AD-1800 AD),

Sistem escole telah berkembang sedemikian rupa menjadi sistem klasikal yang mengharuskan adanya fasilitas pendidikan, bahan ajar (kurikulum) dalam batas waktu tertentu serta menggunakan sistem ijazah sebagai bukti bahwa telah menamatkan proses pengajaran dan pembelajaran.

4. Pada abad XX (1600 AD-1800 AD)

Lembaga pendidikan telah mengembangkan sistem klasikal yang dilengkapi dengan media dan menggunakan seperangkat tekhnologi informasi dengan kelas yang tidak terbatas dan bersifat maya atau virtual.

5. Pada Era milenium ketiga (XXI sampai saat ini)

Pada zaman ini guru tidak hanya melakukan tugas-tugas mengajar di ruang kelas melainkan juga telah ikut memberikan layanan pendidikan jarak jauh (distance learning), dengan e-learning dalam sekolah virtual. Profesi guru tidak di batasi dengan adanya pertemuan secara langsung dengan siswa di dalam kelas melainkan telah dilksanakan melalui proses pembelajaran dengan sistem teleconfrence yang di lakukan melalui pertemuan di layar kaca dengan jarak yang jauh. Pada masa lalu guru sangat mengandalkan buku teks  (text book) tetapi sekarang telah memanfaatkan hiperteks (hypertext).

Dengan demikian, profesi guru tidak hanya menggunakan sistem chalk and talk (kapur dan tutur) smata-mata, melainkan telah memanfaatkan kecanggihan teknologi yakni menggunakan dan mengoprasikan komputer, LCD, dan alat bantu lainnya, dan pada era teknologi informasi ini guru sama sekali tidak boleh mengalami GAPTEK (Gagap Teknologi).

 


B. DEFINISI KOMPETENSI

Beberapa pendapat mengenai definisi kompetensi, di antaranya :

1. Barlow

Kompetensi merupakan kemampuan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban seseorang secara bertnggung jawab dan layak.

2. Keputusan MENDIKNAS NO.45/V/2002

Kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang di miliki seseorang sebagai syarat untuk di anggap mampu (kompeten) oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang tertentu.

3. UU RI NO.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan yang dimiliki, di hayati dan dikuasai oleh guru dan dalam melaksnakan tugas keprofesionalannya.

4. Kamus Umum Bahasa Indonesia (WJS. Purwadarminta)

Kompetensi berarti (kewenangan ) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal.

Jadi kompetensi secara umum adalah pemilikan pengetahuan, keterampilan, kecakapan atau kemampuan sebagai seorang guru dalam menentukan atau memutuskan sesuatu berdasarkan kekuasaan yang dimilikinya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik., “Kompetensi dalam proses interaksi belajar mengajar dapat pula menjadi alat motivasi ekstrinsik, guna memberikan dorongan dari luar diri siswa”

C. DEFINISI PROFESIONAL

Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunayi keahlian seperti guru, dokter, hakim dan sebagainya. Dengan kata ;lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. (DR. Nana Sudjana, 1988).

Guru profesioanal adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang kegurauan sehingga dia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan profesional. Dengan kata lain guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya (Agus F. Tamyong, 1987).

D. DEFINISI KOMPETENSI PROFESIONAL

Dalam UU No 14 tahun 2005 kompetensi profesional berupa kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi penguasaan matei keilmuan, penguasaan kurikulum dan silabus sekolah, metode khusus pembelajaran bidang studi serta pengembangan wawasan etika dan pengembangan profesi. Kompetensi profesional yaitu penguasaan materi pembelajaran secara luas yang berhubungan dengan akademik.

E. ASPEK-ASPEK KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

Guru adalah suatu profesi yang mengharuskan pelakunya untuk memiliki keahlian untuk melakukan pekerjaan tersebut seecara profesional dan memiliki kompetensi-kompetensi yang dituntut agar guru mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Maka guru dinilai secara kompeten apabila  :
1. Guru mengerti dan menyenangi dunia pendidikan, dan didukung dengan kompetensi profesionalisme.
2. Guru menerapkan prinsip mengajar yang baik serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pendidikan.
3. Guru mempunyai motivasi kerja yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar.
4. Guru berjiwa sabar dan bisa dijadikan suri tauladan bagi anak didiknya, baik dalam berkata maupun bersikap.
5. Guru memiliki multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif dan suasana sekolah yang kondusif.
6. Guru mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi untuk dunia pendidikan.
7. Guru mempunyai program pengajaran yang jelas dan terarah sesuai dengan kurikulum.
8. Guru  berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang santun dan bertanggungjawab.

F. PENDAPAT KAMI TENTANG KRITERIA GURU YANG MEMENUHI KOMPETENSI PROFESIONAL

Guru adalah jabatan profesional yang memerlukan berbagai keahlian khusus. Sebagai suatu profesi, maka harus memenuhi kompetensi profesional. Menurut kami guru yang memenuhi kompetensi profesional harrus memiliki :

    1. Fisik
    1. Sehat jasmani dan rohani
    2. Tidak mempunayi cacat tubuh yang bisa menimbulakna ejekan atau cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.
    3.  Mental atau kepribadian
      1. Berkepribadian atau berjiwa pancasila.
      2. Mampu menghayati GBHN.
      3. Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada anak didik.
      4. Budi pekerti yang luhur.
      5. Berjiwa kreatif, dapat memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara maksimal.
      6. Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa.
      7. Mampu mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab yang besar akan tugasnya.
      8. Mampu mengembangkan kecerdasan yang tinggi.
      9. Bersifat terbuka,peka, dan inofatif.
      10. Menunjukan rasa cinta kepada profesinya.
      11. Ketaatannya akan disiplin.
      12. Memiliki sense of humor.
  1. Keilmiahan / pengetahuan.
    1. Memahami ilmu yng dapat melandasi pembentukan pribadi.
    2. Memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya sedalam tugasnya sebagai pendidik.
    3. Memahami, menguasai, serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan di ajarkan.
    4. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang-bidang yang lain.
    5. Senang membaca buku-buku ilmiah.
    6. Mampu memecahkan persoalan secara sistematis, terutama yang berhubungan dengan bidang studi.
    7. Memahami prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajar.
    8. Keterampilan
      1. Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar.
      2. Mampu menyusun bahan pelajaran.
      3. Mampu menyusun garis besar program pengajaran (GBPP)
      4. Mampu  memecahakan dan melaksanakan tekhnk mengajar yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan.
      5. Mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikn.
      6. Memahami dan mampu melaksanakan kegiatan dan pendidikan luar sekolah.

F. CONTOH SEORANG GURU YANG MEMENUHI KOMPETENSI PROFESIONAL

Seorang guru, di samping senantiasa dituntut untuk mengembangkan pribadi dan profesinya secara terus menerus, juga dituntut mampu dan siap berperan secara profesional dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Misalkan seorang guru TK, dia harus memiliki suatu keahlian, kesabaran, dan beliau juga harus menyukai pekerjaan tersebut. Dalam memberikan pengajaran kepada anak usia dini tentu sangat sulit dalam mengambil perhatian dari anak didiknya, oleh karena itu seorang guru dituntut untuk mampu memberikan  inspirasi untuk anak didiknya. Selain itu guru juga harus memiliki kreatifitas yang bisa memancing siswa tertarik dengan materi yang diajarkan, misal dengan membuat suatu permainan dan menggunakan media untuk pembelajaran dengan semenarik mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s